Starts from hope becomes a miracle

dimana sebuah ketertarikan adalah kunci utama sebuah harapan. maka disitulah keajaiban (!)

A Little Thing about My Constitutional State

http://fc02.deviantart.net/fs71/i/2011/124/7/3/cintai_karya_seni_negrimu_by_artofadam-d3fluba.jpgAhh sekarang aku mengerti mengapa orang-orang yang mengerti seni cenderung tidak terjun dalam dunia politik.


Semakin lama perjalanan ditempuh maka semakin banyaklah pula ilmu yang ada dalam dirinya. mungkin ia tidaklah pintar, akan tetapi ia mengetahuinya. itulah yang disebut pengalaman. ya, sebuah pengalaman.
 
              dari kesekian langkah yang kupijak. Inilah hal penting yang mungkin saja tidak dapat kalian temukan dalam dunia politik. itu adalah beberapa rangkai huruf yang akhirnya menyentikkan sebuah kata "menghargai".

Kenapa? Disitukah masalahnya?

    maka aku akan mengatakan "ya" untuknya.

              Hal mendasar dari sebuah seni adalah harga yang tepat untuknya. bukan dengan sebuah barang, akan tetapi perasaan bangga akan memilikinya. perasaan yang tidak dapat menguraikan kata "mengapa" aku memilihnya dan perasaan itulah yang mewakilkan semuanya.

Saat ini, "my country" atau bisa aku sebut "my constitutional state"(karena adalah negara hukum ;katanya) sedang mengalami sesuatu yang lebih menghebohkan dari PIALA DUNIA 2014. yaitu adalah pemilihan Kepala negara kita. Otak negara kita.

               mengapa begitu? semua itu berawal saat pemilihan akhir calon kepala negara(presiden). banyak hal dari yang "bermain-main" sampai pada "dipermainkan". bagaimana aku dapat menjawab semua itu? "Lucu sekali" itulah kata yang mungkin dapat kulontarkan.

.
.
.

Menjelang penentuan kepala negara kita,
TERNYATA ... banyak orang menjelma seperti keajaiban menjadi sesuatu atau seseorang yang bisa aku namakan "pandai" HUKUM. orang-orang menjadi mengerti dasar-nya, pasal-nya, hingga ayat-nya dalam hukum. sehingga... orang-orang yang berkata sesuai "perasaan" akan terlihat bodoh. seseorang yang mengatakan "seandainya" "kalau saja" "mungkin" akan terlihat benar-benar bodoh! benar-benar hebat Indonesia-ku ini!

Luar biasa! Marvelous!

akan tetapi satu hal saja ... kenapa semua itu tanpa dilandasi rangkaian huruf "menghargai"?

                kalian lihatlah! seniman itu mencoba mengekspresikannya. cobalah buka mata kalian sedikit saja untuk hasil karyanya. maka disitulah tersirat kebanggaan! sama halnya memilih kepala negara.

kalian memilih, maka pilihlah. mengapa kalian memilih, maka jawablah. bukan dengan rasa dengki atau menjatuhkan akan pilihan lawan kalian, tetapi dengan rasa bangga memilih pilihan itu.

0 comments:

Post a Comment

Thanks for read my post. good readers always leave a footstep

Pages